“Bunga sakura, saat mekar tanpa pamrih, tanpa beban apa pun,
dengan ketulusan dalam memberikan kepuasan dan kekaguman pada tiap orang
untuk menikmatinya. Gugurnya bunga sakura akan sangat disayangkan
banyak orang. Hidup Sakura itu bak cermin keberhasilan seseorang. Begitu
kita mati, orang merasa kehilangan.”
Sakura adalah janji, yang walau usianya terlalu singkat, tapi ia
berjanji akan kembali mekar di musim semi selanjutnya. Ia akan kembali
membagi keindahannya, ia akan kembali membagi keceriaan bagi siapa saja
yang memandangnya.
Sakura berjanji akan datang lagi.
Di saat mekarnya bunga sakura, warga Jepang akan mengadakan Hanami.
Kegiatan hanami atau menikmati keindahan bunga sakura sambil berpesta di
bawah rimbunan bunga sakura, semacam kegiatan wajib warga Jepang.
Budaya hanami telah dimulai ribuan tahun yang lalu, menjadi tradisi yang tak terpisahkan.
Karena mekarnya sakura menandai awal tahun ajaran baru bagi pelajar dan
tahun fiskal bagi pengusaha. Ia menjadi semacam pesta selamat datang
bagi warga baru dalam suatu komunitas
“Saya berharap suatu saat nanti akan bisa menyentuh kelopak bunga
sakura dibawah pohon dengan bunga-bunga sakura mungil yang berjatuhan
tertiup hembusan angin”

No comments:
Post a Comment